38. RESONANSI MAGNETIK

Apakah yang dimaksud dengan Resonansi Magnetik Inti (RMI) – Nuclear Magnetic Resonance (NMR) ?Bagian ini menerangkan tentang spektrum proton RMI dan bagaimana spektrum tersebut dapat menjelaskan kedudukan atom-atom hidrogen dalam molekul organik.

Latarbelakang spektroskopi RMI

Resonansi magnetik inti mempunyai kaitan dengan sifat-sifat magnetik suatu inti tertentu.

Atom hidrogen sebagai magnet kecil

Jika anda mempunyai suatu kompas jarum, biasanya akan mengarah pada medan magnet bumi dengan arah utara. Jika jarum kompas tersebut anda putar dengan jari sehingga menunjukkan arah selatan – arah yang berlawanan dengan medan magnet bumi. Posisi ini sangat tidak stabil karena berlawanan dengan arah medan magnet bumi, dan jika anda membiarkannya jarum akan segera kembali ke posisi semula yang lebih stabil.

Inti hidrogen juga mempunyai perilaku seperti magnet kecil dan inti-inti hidrogen dapat juga diatur arahnya agar sesuai dengan arah medan magnet luar atau berlawanan dengan arah medan magnet luar. Arah yang berlawanan dengan medan adalah tak stabil (energinya tinggi). Ini memungkinkan untuk mengubah arahnya dari yang lebih stabil ke kurang stabil dengan memberikan energi yang sesuai.

Energi yang dibutuhkan untuk mengubahnya tergantung pada kekuatan medan magnet luar yang digunakan, tetapi biasanya dalam kisaran gelombang radio – pada frekuansi antara 60 – 100 MHz. (frekuansi radio BBC 4 adalah diantara 92-95 MHz!)

Hal ini memungkinkan untuk mendeteksi hubungan antara gelombang radio pada frekuensi tertentu dengan perubahan orientasi proton sebagai suatu puncak dalam grafik. Perubahan proton dari satu arah ke arah lain oleh gelombang radio disebut dengan kondisi resonansi.

Pengaruh lingkungan kimia atom hidrogen

Mungkinkah kita mendapatkan suatu proton yang terisolasi, kenyataannya proton mempunyai sesuatu yang mengelilinginya – terutama elektron. Adanya elektron ini akan mengurangi pengaruh medan magnet luar yang dirasakan oleh inti hidrogen.

Misalkan anda menggunakan frekuensi radio 90 MHz, dan anda mengatur besarnya medan magnet sehingga suatu proton yang terisolasi dalam kondisi resonansi.

Jika anda mengganti proton yang terisolasi dengan proton yang terhubung dengan sesuatu, proton tidak akan merasakan pengaruh yang penuh dari medan luar dan akan berhenti beresonansi(berubah dari satu arah magnetik ke arah yang lain). Kondisi resonansi tergantung pada adanya kombinasi yang tepat antara medan magnet luar dan frekuensi radio.

Bagaimanakah anda mengembalikan kondisi resonansi? Anda dapat sedikit meningkatkan medan magnet luar untuk mengimbangi pengaruh elektron.

Misalnya anda menghubungkan hidrogen dengan sesuatu yang lebih elektronegatif. Elektron dalam ikatan akan makin menjauh dari inti hidrogen, sehingga pengaruhnya terhadap medan magnet di sekitar hidrogen akan berkurang.

Untuk mengembalikan hidrogen pada kondisi resonansi, anda harus sedikit meningkatkan medan magnet luar untuk mengimbangi pengaruh elektron – tetapi tidak sebanyak jika hidrogen berada didekat atom X.Rangkuman

Untuk suatu frekuensi radio yang diberikan (katakanlah, 90 MHz) atom hidrogen membutuhkan sedikit medan magnet untuk membuatnya beresonansi yang besarnya tergantung pada apa yang ada didekatnya – dengan kata lain kebutuhan medan magnet adalah untuk mengarahkan lingkungan atom hidrogen dalam suatu molekul.

Ciri-ciri spektrum RMI

Spektrum RMI yang sederhana adalah seperti berikut:

Puncak Pada gambar terdapat dua puncak karena ada dua lingkungan hidrogen yang berbeda – dalam gugus CH3 dan gugus COOH yang mengandung oksigen. Mereka berada pada posisi yang berbeda dalam spektrum karena membutuhkan medan magnet luar yang sedikit berbeda untuk menyebabkannya beresonansi pada frekuensi radio tertentu.

Ukuran kedua puncak memberikan informasi yang penting, yaitu banyaknya atom hidrogen dalam tiap-tiap lingkungan. Bukan tinggi puncaknya tetapi perbandigan luas area di bawah puncak. Jika anda dapat menghitung luas area di bawah puncak pada diagram di atas, anda akan mendapatkan perbandingannya 3 (untuk puncak yang besar) dan 1 (untuk yang kecil).

Perbandingan 3:1 menunjukkan banyaknya atom hidrogen dalam dua lingkungan yang berbeda – hal ini sesuai untuk CH3COOH.

Perlunya standar sebagai pembanding – TMS

Sebelum kita menjelaskan makna skala pada posisi horisontal, kita akan menjelaskan tentang titik nol - pada bagian kanan skala. Nol adalah titik dimana anda akan mendapatkan suatu puncak yang disebabkan oleh atom-atom hidrogen dalam tetrametilsilan – biasanya disebut dengan TMS. Setiap pembacaan spektrum RMI akan dibandingkan dengan TMS ini.

Anda akan menemukan puncak pada beberapa spektra RMI yang ditimbulkan oleh TMS (pada nol), dan yang lainnya akan menjauhi puncak TMS ke sebelah kiri. Pada dasarnya, jika anda akan menganalisis spektrum dengan suatu puncak pada nol, anda dapat mengabaikannya karena itu adalah puncak dari TMS.

TMS dipilih sebagai standar karena beberapa alasan, diantaranya:

  • TMS mempunyai 12 atom hidrogen yang semuanya memiliki lingkungan kimia yang sama. Mereka terikat oleh atom yang sama dengan cara yang sama sehingga tidak hanya menghasilkan puncak tunggal tetapi juga puncak yang kuat (karena ada banyak atom hidrogen).
  • Hidrogen pada senyawa ini lebih terlindungi dibandingkan pada senyawa lain karena adanya elektron-elektron ikatan C-H. Ini artinya inti hidrogen lebih terlindungi dari medan magnet luar, dan anda harus meningkatkan medan magnet untuk membawa hidrogen ini kembali ke kondisi resonansinya.

Pengaruh dari hal ini adalah TMS menghasilkan puncak yang ekstrim pada sisi kanan. Dan puncak lain akan muncul di sebelah kirinya.

Pergeseran kimia

Skala horisontal ditunjukkan sebagai (ppm). dinamakan pergeseran kimia/chemical shift dan dihitung dalam bagian per juta/parts per million – ppm.

Suatu puncak dengan pergeseran kimia, misalnya 2.0 artinya atom-atom hidrogen yang memunculkan puncak tersebut memerlukan medan magnet 2 juta lebih kecil dari medan yang dibutuhkan oleh TMS untuk menghasilkan resonansi.

Suatu puncak pada pergeseran kimia 2.0 dikatakan mempunyai medan lebih rendah dari TMS (downfiled).

Pelarut untuk spektroskopi RMI

Spektra RMI biasanya ditentukan dari larutan substansi yang akan dianalisis. Untuk itu pelarut yang digunakan tidak boleh mengandung atom hidrogen, karena adanya atom hidrogen pada pelarut akan mengganggu puncak-puncak spektrum.

Ada dua cara untuk mencegah gangguan oleh pelarut. Anda dapat menggunakan pelarut seperti tetraklorometana, CCl4, yang tidak mengandung hidrogen, atau anda dapat menggunakan pelarut yang atom-atom hidrogennya telah diganti dengan isotopnya, deuterium, sebagai contoh CDCl3 sebagai ganti CHCl3. Semua spektrum RMI pada bagian ini menggunakan CDCl3 sebagai pelarut.

Atom-atom deuterium mempunyai sifat-sifat magnetik yang sedikit berbeda dari hidrogen, sehingga mereka akan menghasilkan puncak pada area spektrum yang berbeda.

Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata di chem-is-try.org

Spektra RMI Resolusi Rendah

Bagian ini menjelaskan bagaimana menginterpretasikan spektra sederhana dari resonansi magnetik inti (RMI) yang beresolusi rendah. Pada bagian ini diasumsikan anda telah membaca mengenai latar belakang RMI sehingga anda mengetahui seperti apakah spektrum RMI dan memahami pengertian tentang “pergeseran kimia”.
Perbedaan antara spektra resolusi tinggi dan spektra resolusi rendah
Spektrum resolusi rendah terlihat lebih sederhana karena tidak mampu memisahkan puncak-puncak individu dalam berbagai kumpulan puncak.
.
Angka pada puncak menunjukkan luas area relatif tiap puncak. Informasi ini sangat penting dalam menginterpretasikan spektra.Menginterpretasikan spektrum resolusi rendah

Mengartikan jumlah puncak

Tiap puncak menunjukan lingkungan kimia yang berbeda untuk atom-atom hidrogen dalam suatu molekul. Dalam spektrum metil propanoat di atas, terdapat tiga puncak karena ada tiga lingkungan kimia hidrogen yang berbeda.

Ingat rumus molekul metil propanoat adalah CH3CH2COOCH3. Hidrogen dalam gugus CH2 jelas berada pada lingkungan kimia yang berbeda dari gugus CH3. Dua gugus CH3 mempunyai lingkungan kimia yang berbeda. Yang satu menempel pada gugus CH2 dan yang lainnya menempel pada oksigen.
Mengartikan luas area di bawah puncak

Perbandingan luas area di bawah puncak menunjukan banyaknya hidrogen pada berbagai lingkungan kimia. Pada kasus metil propanoat, perbandingan luas areanya 3:2:3, sesuai dengan apa yang kita duga yaitu dua posisi untuk gugus CH3 yang berbeda dan satu posisi untuk gugus CH2.

Anda memerlukan luas area relatif di bawah puncak – khususnya jika anda hanya melihat spektra resolusi rendah. Spektrometer RMI dilengkapi dengan bagian/alat yang akan memunculkan garis pada spektrum yang disebut dengan pencacah integrator (atau pencacah integrasi). Anda dapat menentukan luas area relatif dengan pencacah ini.

Mengartikan pergeseran kimiaPosisi puncak menunjukan pada gugus fungsi apakah hidrogen berada. Pada beberapa soal, anda akan diberikan tabel pergeseran kimia untuk beberapa gugus fungsi jika anda memerlukannya. Pergeseran kimia yang penting pada metil propanoat adalah:


catatan: “R” menunjukkan gugus alkil (seperti metil, etil, dll). Pergeseran ditunjukan sebagai kisaran nilai. Posisi yang pasti adalah bervariasi tergantung pada apa yang ada di sekitar gugus tersebut dalam molekul.


Tunjukkan gugus-gugus berikut pada spektrum resolusi rendah yang tersedia:

Beberapa contoh pertanyaan

Contoh 1

Suatu senyawa organik diketahui sebagai salah satu dari senyawa berikut. Gunakan spektrum RMI untuk menentukannya

Pada gambar terdapat tiga puncak yang menunjukan tiga lingkungan kimia hidrogen yang berbeda. Metil etanoat hanya akan memberikan dua puncak sehingga dapat diabaikan – karena ada dua gugus CH3 dengan lingkungan hidrogen yang berbeda.

Apakah perbandingan luas area dapat membantu? Tidak untuk kasus ini – keduanya mempunyai tiga puncak dengan perbandingan 1:2:3.

Sekarang anda perlu melihat nilai pergeseran kimia:

Lihat posisi-posisi hidrogen dalam dua senyawa yang mungkin dan bandingkan dengan nilai pergeseran kimia pada tabel sehingga diperoleh pola berikut:

bandingkan pola tersebut dengan spektrum yang ada, maka akan diperoleh senyawa yang dimaksud adalah asam propanoat, CH3CH2COOH.

Contoh 2

Bagaimanakah anda menggunakan RMI resolusi rendah untuk membedakan antara isomer propanon dan propanal?

Propanon hanya akan memunculkan satu puncak pada spektrum RMI karena kedua gugus CH3-nya mempunyai lingkungan kimia yang identik – keduanya menempel pada -COCH3.

Propanal memberikan tiga puncak dengan perbandingan luas area sekitar 3:2:1.

Anda dapat mengacu pada tabel pergeseran kimia di atas untuk menentukan dimanakah puncak-puncak akan muncul, tetapi ini bukanlah hal yang terlalu penting.

Contoh 3

Berapakah puncak yang akan muncul pada spektrum RMI resolusi rendah dari senyawa berikut, dan berapakah rasio luas area di bawah puncak?

semua gugus CH3 ekivalen sehingga hanya menghasilkan satu puncak. Muncul juga puncak untuk hidrogen dari gugus CH2 dan gugus COOH.

Akan ada tiga puncak dengan perbandingan luas area 9:2:1.

Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata di chem-is-try.org

Spektra RMI Resolusi TinggiBagian ini menjelaskan bagaimana menginterpretasikan spektra sederhana dari resonansi magnetik inti (RMI) yang beresolusi tinggi. Pada bagian ini diasumsikan anda telah membaca mengenai latar belakang RMI sehingga anda mengetahui seperti apakah spektrum RMI dan memahami pengertian tentang “pergeseran kimia”. Anda juga dianggap telah mengerti bagaimana menginterpretasikan spektra sederhana RMI resolusi rendah.
Perbedaan antara spektra resolusi tinggi dan resolusi rendahApakah yang dapat diketahui dari spektrum RMI resolusi rendah?

Ingat:

  • Jumlah puncak menunjukkan jumlah lingkungan hidrogen yang berbeda
  • Perbandingan luas area di bawah puncak menunjukan perbandingan jumlah atom hidrogen pada tiap lingkungan yang berbeda
  • Pergeseran kimia menunjukan informasi yang penting tentang jenis lingkungan atom hidrogen

Spektra RMI resolusi tinggi

Pada spektrum resolusi tinggi, anda dapat menemukan puncak-puncak yang terlihat sebagai puncak tunggal pada spektrum resolusi rendah akan terpisah dalam suatu kumpulan puncak.

Pertama-tama, anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:

1 puncak singlet
2 puncak in the cluster doublet
3 puncak in the cluster triplet
4 puncak in the cluster quartet

Informasi yang dapat diperoleh dari spektrum resolusi tinggi adalah sama dengan spektrum resolusi rendah – anda dapat menyederhanakan tiap kumpulan puncak sebagai satu puncak tunggal seperti pada resolusi rendah.

Tetapi sebagai tambahan, banyaknya pemisahan/splitting puncak memberikan informasi tambahan yang penting.

Menginterpretasikan spektrum resolusi tinggi

Aturan n+1

Banyaknya pemisahan menunjukan jumlah hidrogen yang terikat pada atom karbon atau atom-atom tetangga yang berikatan langsung dengan atom karbon yang diamati.
Jumlah sub-puncak dalam suatu kumpulan sama dengan jumlah hidrogen yang terikat pada karbon tetangga ditambah satu (n+1).

Jadi – asumsinya adalah ada satu atom karbon yang diamati dan atom karbon tetangga dengan atom-atom hidrogen yang diikat.

singlet bertetangga dengan atom karbon yang tidak mengikat hidrogen
doublet bertetangga dengan gugus CH
triplet bertetangga dengan gugus CH2
quartet bertetangga dengan gugus CH3
Menggunakan aturan n+1

Informasi apakah yang dapat diperoleh dari spektrum RMI ini?
Asumsikan anda mengetahui senyawa di atas mempunyai rumus molekul C4H8O2.Untuk memulainya, anggaplah spektrum tersebut seperti spektrum resolusi rendah, ada tiga kumpulan puncak, berarti ada tiga lingkungan hidrogen yang berbeda. Hidrogen pada ketiga lingkungan mempunyai rasio 2:3:3, sehingga jumlahnya 8 hidrogen, ini menunjukkan satu gugus CH2 dan dua gugus CH3.

Bagaimana dengan pemisahan puncak?

Gugus CH2 pada 4,1 ppm adalah quartet. Hal ini menunjukan gugus CH2 bertetangga dengan atom karbon yang mengikat tiga atom hidrogen – yaitu gugus CH3.

Gugus CH3 pada 1,3 ppm adalah triplet, berarti bertetangga dengan gugus CH2.

Kombinasi dari dua kumpulan puncak ini – kuartet dan triplet – biasanya berupa gugus etil, CH3CH2. Hal ini sangat umum, kenalilah!

Terakhir, gugus CH3 pada 2,0 ppm adalah singlet. Artinya bertetangga dengan karbon yang tidak mempunyai hidrogen.
Jadi senyawa apakah ini? Anda dapat juga menggunakan data pergeseran kimia untuk membantu mengidentifikasi tiap gugus, dan akhirnya anda dapatkan:

Dua kasus khusus1. Alkohol

Dimanakah posisi puncak -O-H ?

Ini sangat membingungkan! Berbagai sumber memberikan pergeseran kimia yang sangat berbeda untuk atom hidrogen pada gugus -OH dalam alkohol sering tidak konsisten. Sebagai contoh:

  • Buku data Nuffield menunjukan puncaknya pada 2,0 – 4,0, tetapi buku teks Nuffield menunjukannya di sekitar 5,4
  • Data dari OCR yang digunakan dalam ujian memberikan 3,5 – 5,5.
  • Buku teks kimia organik yang dapat dipercaya memberikan 1,0 – 5,0, tetapi kemudian menunjukan suatu spektrum RMI untuk etanol dengan puncak pada 6,1.
  • Spektrum RMI untuk etanol, CH3CH2OH – sumber SDBS

Data SDBS (yang digunakan pada bagian ini) memberikan puncak -OH dalam etanol pada 2,6.

Masalah ini menunjukan bahwa posisi puncak -OH bervariasi, tergantung pada kondisinya – sebagai contoh, pelarut apa yang digunakan, konsentrasi, dan kemurnian alkohol – terutama apakah mengandung air atau tidak.

Cara untuk mengamati puncak -OH

Jika anda ingin menentukan spektrum RMI alkohol misalnya etanol, tambahkan beberapa tetes deuterium oksida, D2O, ke dalam larutan, lakukan dan tentukan kembali spektrumnya, puncak -OH tidak muncul! Dengan membandingkan dua spektra, anda dapat menunjukan puncak yang disebabkan oleh gugus -OH.

Catatan: deuterium oksida (kadang disebut juga dengan “air berat”) adalah air yang atom hidrogennya (Hidrogen bermassa atom 1) diganti dengan isotopnya, yaitu deuterium (Hidrogen bermassa atom 2).


Alasan hilangnya puncak dapat dijelaskan pada interaksi antara deuterium oksida dengan alkohol. Semua alkohol, termasuk etanol, merupakan asam yang sangat sangat lemah. Hidrogen pada gugus -OH mentranfer satu pasangan elektron bebas pada oksigen dari molekul air. Faktanya kita mendapatkan “air berat” yang tidak berbeda.

Ion negatif yang terbentuk cenderung menyerang molekul deuterium oksida lain untuk menghasilkan alkohol. Sekarang gugus -OH telah berubah menjadi -OD.

Atom-atom deuterium tidak menghasilkan puncak pada spektrum RMI seperti atom hidrogen, sehingga tidak ada lagi puncak -OH.

Bagaimana dengan ion positif pada persamaan pertama dan OD- pada persamaan kedua. Keduanya mengalami kesetimbangan membentuk molekul air berat.

Kelemahan pemisahan oleh gugus -OH

Meskipun alkohol benar-benar bebas air, hidrogen pada gugus -OH dan beberapa hidrogen pada karbon tetangga tidak dapat berinteraksi untuk menghasilkan pemisahan. Puncak -OH adalah singlet dan anda tidak perlu memikirkan pengaruh hidrogen dari atom tetangga.

Kumpulan puncak di sebelah kiri muncul oleh adanya gugus CH2. Merupakan quartet, karena ada tiga hidrogen pada karbon tetangga (gugus CH3). Anda dapat mengabaikan pengaruh hidrogen pada -OH.

Demikian juga puncak -OH di tengah spektrum adalah singlet. Puncak ini tidah berubah menjadi triplet oleh pengaruh gugus CH2.

Atom-atom hidrogen yang ekivalen
Atom-atom hidrogen yang terikat pada atom karbon yang sama disebut atom hidrogen yang ekivalen. Atom-atom hidrogen yang ekivalen ini tidak saling mempengaruhi – sehingga satu hidrogen pada gugus CH2 tidak akan menyebabkan pemisahan puncak spektrum satu sama lain.

Atom-atom hidrogen pada atom karbon tetangga dapat juga ekivalen jika benar-benar mempunyai lingkungan kimia yang sama. Sebagai contoh:

Keempat atom hidrogen tersebut ekivalen. Anda akan mendapatkan puncak tunggal tanpa adanya pemisahan.

Hanya dengan mengubah molekul tersebut sedikit saja, anda akan mendapatkan spektrum yang berbeda.

Sekarang molekul tersebut mengandung atom yang berbeda pada kedua ujungnya, hidrogen tidak berada dalam lingkungan kimia yang sama. Senyawa ini akan memberikan dua puncak terpisah pada spektrum RMI resolusi rendah. Spesktrum resolusi tinggi menunjukkan kedua puncak terpecah menjadi triplet – karena masing-masing bertetangga dengan gugus CH2.

Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata di chem-is-try.org

Pemisahan (splitting) pada spektra RMI resolusi tinggi
Bagian ini menjelaskan mengapa pada RMI resolusi tinggi anda mendapatkan spektrumnya berupa kumpulan puncak sedangkan pada resolusi rendah berupa puncak-puncak sederhana. Efek ini dinamakan penggabungan spin (spin coupling) atau pemisahan spin (spin splitting).
Penggabungan spin

Asal usul doubletPerhatikan spectrum RMI resolusi tinggi dari senyawa CH2Cl-CHCl2

Kita fokuskan pada gugus CH2. Mengapa berupa doublet?Ingat bahwa perbedaan posisi puncak-puncak pada spektrum RMI adalah karena hidrogen-hidrogen mengalami medan magnet yang berbeda yang disebabkan oleh perbedaan lingkungan kimia.

Dua puncak yang terpisah artinya, hidrogen-hidrogen mempunyai dua medan magnet yang sedikit berbeda. Dua perbedaan medan tersebut disebabkan oleh hidrogen pada gugus CH tetangga.

Hidrogen tetangga mempunyai medan magnet lemah yang dapat searah ataupun berlawanan dengan medan magnet luar. Tergantung pada arahnya, yang akan memperkuat atau melemahkan medan yang dirasakan oleh hidrogen-hidrogen pada CH2.

Terdapat peluang yang sama untuk terjadinya susunan arah seperti di atas, sehingga akan ada dua puncak yang disebabkan oleh hidrogen CH2, yang keduanya terpisah dan mempunyai luas area yang sama (karena peluangnya 50/50 dari masing-masing susunan).

Asal-usul triplet

Sekarang fokuskan pada gugus CH dalam senyawa CH2Cl-CHCl2.

Mengapa triplet? Hal ini karena hidrogen mempunyai tiga medan magnet yang sedikit berbeda.

Pikirkan susunan arah magnetik hidrogen-hidrogen gugus CH2 tetangga. Ada beberapa kemungkinan:

Dua susunan di bagian tengah diagram menghasilkan medan yang sama (sama dengan medan magnet luar). Sehingga, ada tiga medan magnet yang mungkin yang dapat dirasakan oleh hidrogen CH, dan menyebabkan ada tiga puncak – suatu triplet.

Luas area di bawah puncak mempunyai perbandingan 1 : 2 : 1 hal ini menunjukkan peluang dari medan magnet yang ada.

Asal-usul kuartet

Jika anda menerapkan cara pengelompokan yang sama terhadap hidrogen yang bertetangga dengan gugus CH3, anda akan mendapatkan empat medan magnet yang berbeda, tergantung pada susunan hidrogen CH3.

Semua susunan pada baris kedua menghasilkan medan yang sama, dan semua susunan pada baris ketiga juga menghasilkan medan yang sama, tetapi waktunya sedikit lebih kecil. Ada empat medan yang berbeda, dengan perbandingan peluangnya 1 : 3 : 3 : 1.

Sehingga hidrogen yang bertetangga dengan gugus CH3 akan memberikan puncak kuartet pada spektrumnya, dengan ukuran perbandingan puncak 1 : 3 : 3 : 1.

Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata di chem-is-try.org

pektra RMI – Pencacah IntegratorBagian ini menjelaskan tentang bagaimana menggunakan pencacah integrator untuk mendapatkan perbandingan banyaknya atom-atom hidrogen dalam lingkungan kimia yang berbeda pada suatu senyawa organik.
Seperti apakah pencacah integrator itu?

Pencacah integrator adalah suatu garis yang dihasilkan dari perhitungan (komputer) yang dikenakan pada spektrum RMI. Pada diagram, pencacah integrator ditunjukkan oleh warna merah.
Apakah yang ditunjukkan oleh suatu pencacah integrator?Suatu pencacah integrator menghitung luas area relatif di bawah puncak suatu spektrum. Ketika pencacah integrator melewati suatu puncak atau kumpulan puncak, pencacah akan meninggi. Tinggi yang diperoleh setara dengan area di bawah puncak atau kumpulan puncak.

Anda dapat menentukan tinggi tiap puncak atau kumpulan puncak dengan menghitung jarak yang ditunjukan oleh warna hijau pada diagram di atas – dan kemudian dapat diketahui perbandingannya.

Sebagai contoh, jika tingginya 0.7 cm, 1.4 cm dan 2.1 cm, maka perbandingan area puncaknya adalah 1 : 2 : 3.

Itu menunjukan perbandingan jumlah atom-atom hidrogen dalam tiga lingkungan kimia yang berbeda, yaitu 1 : 2 : 3.

Gunakan fasilitas pencarian kata dibawah ini untuk mencari kata di chem-is-try.org

6 Tanggapan to “38. RESONANSI MAGNETIK”

  1. junianataslima Says:

    thanks a lot sir for helping me study :)

  2. gisnawirdya Says:

    makasih pak atas info nya, ini dapat membantu sya dalam banyak hal

  3. selvyanyayu Says:

    terima kasih pak atas informasinya, info ini sangat membantu sekali dalam proses apapun.

  4. devydestiani Says:

    trimakasih Pak atas ilmu yang telah bapak berikan :)

  5. putudarmawan Says:

    terima ksih infonya pak, semoga berguna ..

  6. Desi Riskyani ( Sepdes ) Says:

    pak, apa yang bapak berikan sngat berguna untuk saya dan bisa saya pelajari lagi
    mksh pak :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: